Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner2
banner1

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) Mendukung Pola Makan Orang Sanger di Sulawesi Utara PDF Cetak E-mail
Oleh adminsulut   
Senin, 18 Juni 2012 10:11
MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (MKRPL)
MENDUKUNG POLA MAKAN ORANG SANGER DISULAWESI UTARA
Oleh: Ir. Bahtiar,MS

Program diversifikasi pangan sebagai salah satu dari empat program sukses Kementerian Pertanian, perlu terus didorong dan dikembangkan. Berbagai upaya yang telah dan terus dilakukan, termasuk berusaha menurunkan konsumsi beras sebesar 1,5% per tahun dan mendorong konsumsi pangan local. Dalam mewujudkan kedua program tersebut tidaklah ringan karena ada kesan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat umum bahwa “ Kalau belum makan nasi, berarti belum merasakan makan sekalipun telah makan berbagai jenis makanan yang sesungguhnya sudah cukup memenuhi kebutuhan kalori tubuh”, ternyata bagi orang Sanger yang hidup di kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, dan bahkan saat ini telah tersebar hidup diberbagai pelosok pedesaan di Sulawesi Utara termasuk di Kelurahan Kima Atas, Kota Madya Manado mempunyai kebiasaan lain yaitu kalau tidak ada ubi dalam suatu acara apapun maka acara tersebut dinilai tidak lengkap. Kehadiran ubi dalam setiap acara menjadi keharusan. Ubi-ubian sebagai makanan pokok orang sanger ternyata mampu membuat orang sanger terkenal sehat, ulet dan kuat bekerja. Oleh karena itu perlu diberi apresiasi yang tinggi kepada orang sanger yang sesungguhnya telah mempraktekkan dan menjadi pelaku program diversifikasi pangan. Kebiasaan tersebut sangat relevan dengan program MKRPL yang salah satu tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga petani melalui penganekaragaman makanan yang dapat diperoleh dari pemanfaatan lahan pekarangan.

Untuk mendorong atau melestarikan kebiasaan makan pangan local maka masyarakat sanger perlu dibekali dengan keterampilan dalam penyajiannya seperti pembuatan tepung ubi, pembuatan mie dari bahan baku ubi, dan kue-kue lainnya sebagai makanan selingan di masyarakat. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara (Ir. Bahtiar, MS) menyatakan bahwa kedepan selain mengembangkan tanaman pekarangan juga akan dilakukan pelatihan pengolahan untuk menambah nilai tambah dari produk pekarangan. Jadi Ubi jalar misalnya tidak hanya disajikan dalam bentuk rebus atau gorengan, tetapi juga dapat diolah menjadi tepung yang selanjutnya dapat menjadi bahan baku berbagai macam makanan selingan.

Kelurahan Kima Atas dihuni oleh orang-orang sanger dan kebiasaan untuk makan ubi masih sangat kuat sehingga program MKRPL yang dikembangkan di desa tersebut cepat mendapat respon masyarakat. Kepala Kelurahan Kima Atas Johny A. Lontoh, S.AB bersama dengan Camat Mapanget (Dra. Lenda Pelealu, MSi dan tokoh agama telah mensosialisasikan program MKRPL ini kepada pemerintah Kota Madya Manado. Hasilnya, Walikota mereplikasi kepada 10 kelurahan dan sekaligus memadukan pengembangan pasar desa yang terus dikembangkan di pusat-pusat kecamatan.

Menteri Pertanian yang didampingi Gubernur Sulawesi Utara dalam kunjungannya pada MKRPL tersebut (Gbr) memberi semangat dan memotivasi petani untuk lebih mengoptimalkan lahan pekarangan dengan menanam sayuran yang diperlukan sehari-hari. Manfaatkan sayuran dari Kebun Bibit Desa (KBD) yang telah difasilitas oleh BPTP, disana banyak bibit petani, tinggal siapkan wadahnya dan tanam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tidak perlu lagi beli. Dengan demikian pengeluaran rumah tangga dapat berkurang. Lebih lanjut Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Dr.Kasdi Subagyono, MSc) menegaskan bahwa KBD ini terus dipertahankan dan juga akan dibuat Kebun Bibit Inti (KBI) yang akan menyediakan bibit untuk diperbanyak di setiap KBD di Sulawesi Utara. Dengan demikian masalah bibit yang dipandang selama ini menjadi penghambat keberlanjutan pemanfaatan pekarangan dapat teratasi. Ajakan tersebut direspon positif oleh Gubernur Sulawesi Utara (Dr. S.H.Sarundajang) dan berniat untuk memadukan program sentuh tanah dan sentuh air yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Utara.(*art)
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com