Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner2
banner1

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA) Modifikasi BPTP Sulut PDF Cetak E-mail
Oleh adminsulut   
Selasa, 24 Juli 2012 09:58
Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA)
Modivikasi BPTP Sulawesi Utara
Oleh: Ben Kumontoi, Arnold C. Turang, Bahtiar, GH. Joseph

PENDAHULUAN

Program nasional Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang di kembangkan kementerian pertanian harus digemakan sampai ke tingkat usahatani. Program ini dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan beras Nasional bagi kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan program P2BN, sangat ditentukan oleh ketersediaan tenaga kerja dan komitmen petani serta keberpihakan pemangku kepentingan pada petani. Kurangnya tenaga kerja ketika petani melakukan kegiatan usahatani padi sawah, menjadi kendala utama sukses P2BN secara Nasional.

Sulawesi Utara dapat dimasukkan sebagai daerah sentra produksi beras, walau bukan masuk pada hitungan daerah pengembangan yang di plotkan oleh kemtan. Namun demikian Sulut mampu mempertahankan produksi sampai 6% dari yang ditargetkan hanya 5%.

Kelangkaan tenaga kerja menanam di tingkat usahatani, menjadi focus utama para pengkaji untuk berinovasi mengatasi permasalahan ini. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Sulawesi Utara, sudah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi permasalahan kelangkaan tenaga kerja serta usaha menekan tingkat stress tanaman pada fase awal pertumbuhan.ATABELA (alat tanam benih langsung) diharapkan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja.

ATABELA

Atabela adalah alat tanam benih langsung yang digunakan untuk membantu melakukan penanaman dengan tanpa melakukan persemaian terlebih dulu. Sehingga cara ini sangat potensi pada berkurangnya tingkat stres tanaman padi. ATABELA sudah diperkenalkan BPTP sulut di Cempaka saat PRIMATANI.

Modifikasi BPTP Sulawesi Utara, yang sudah dikaji sejak 2008 di desa Cempaka Bolmong, dan saat ini sudah dilakukan petani-petani di Werdiagung cukup menekan tenaga kerja tanam dan memberikan effek seni pada hamparan petani. Dengan cara ini memberikan kemudahan pada petani melakukan penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama.

TEKNIK APLIKASI TEKNOLOGI ATABELA

Keberhasilan ATABELA sangat ditentukan cara persiapan lahan. Persiapan lahan meliputi:
  1. Lahan baru, sebaiknya aplikasi herbisida sebelum olah tanah
  2. Lahan diolah bajak/ cangkul. Bila pake traktor, setelah diratakan biarkan lahan dan tunggu biji-biji gulma/ padi tumbuh sekitar 2 cm.
  3. Buat kemalir di keliling petakan
  4. Dua sampai tiga hari sebelum tanam, genanggi sawah dan aplikasi herbisida pra tumbuh
  5. Setelah lahan siap ditanami, rendah benih selama 24 jam, anginkan 24 jam. Setelah muncul titik tumbuh (2-3mm), benih siap ditanam
  6. Masukkan benih ke dalam Atabela, jangan terlalu basah dan jangan terlalu penuh (2/3 dari tabung paralon)
  7. Setelah selesai pengisian, alat siap dijalankan
  8. Lahan sawah harus macak-macak, air hanya ada didalam parit/caren keliling
  9. Alat ditarik sambil jalan mundur, patokan mata pada tali ajir yang dipasang sejajar pematang
  10. Patokan selanjutnya adalah garis yang terjadi saat talik pertama, jadi tali penggaris hanya digunakan bila tidak lagi yankin akan lurusnya alur.
  11. Untuk ciptakan effek seni, saat pindah pematang arah tetap mengacu arah yang sudah tertanami.
PEMELIHARAAN TANAMAN
  1. Tergantung sifat lahan di lokasi, penggenangan tipis biasanya dilakukan pada hari ke 3-5 setelah tanam
  2. 10-14 hari setelah tanam, lakukan pemupukan dasar pada larikan tanaman
  3. 15-20 hari setelah tanam, lakukan penyiangan, cara mekanis lebih baik sambil memperbaiki/mengganti tanaman yang tumbuhnya kurang baik.
  4. Cabut tanaman yang tumbuhnya terlalu rapat/banyak, tanam pada barisan tanaman yang kosong
  5. 25-28 hari setelah tanam, lakukan pemupukan susulan I dan 45-50 hari setelah tanam, lakukan                 pemupukan susulan II
  6. Lakukan pengendalian hama dan penyakit sesuai dengan kaidan PHT
KENDALA LAPANG

Setiap Inovasi baru, memiliki tanggapan berbeda sesuai kondisi daerah. Beberapa kendala pengalaman aplikasi ATABELA di lapangan:
  1. Cara petani menyiapkan lahan tidak maksimal
  2. Keterampilam petani belum ter-asa, karena teknologi baru.
  3. Petani belum familiar dengan teknologi baru
  4. Peran pendamping lapangan belum maksimal
  5. Keterbatasaan fasilitas pendukung kegiatan
Hal-hal diatas harus dicermati bersama baik petani, petugas, agar output dari kegiatan jelas sebagiamana diharapkan dari Teknologi itu. (*ART)




LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com