Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner1
banner2

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Makalah
 

Pemasalan Alat Pemberian Makan Ternak Sapi Otomatik Type Tower PDF Cetak E-mail
Oleh adminsulut   
Senin, 21 Mei 2012 06:06
SPEKTRUM DISEMINASI MULTY CHANEL PADA
PERCEPATAN PEMASALAN ALAT PEMBERIAN PAKAN JERAMI OTOMATIK TIPE TOWER UNTUK TERNAK SAPI DI SULAWESI UTARA

Paulus C. Paat dan Arnold C. Turang
BPTP Sulawesi Utara, Jl Kampus Pertanian Kalasey Kotak Pos 1345 Manado 95013
Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Pendahuluan
Faktor pakan merupakan masalah utama dalam pelaksanaan mendukung program pendampingan swasembada daging sapi (PSDS) di Kabupaten Bolmut Provinsi Sulawesi Utara. Padahal selaku “Kabupaten Padi” (sebagaimana dicanangkan Pemkab Bolmong Utara tahun 2010), sebenarnya potensi pakan lokal non konvensional yaitu jerami padi tersedia berlimpah dan memang belum dimanfaatkan untuk pakan sapi. Yang menjadi persoalan adalah pola pemeliharaan existing adalah penggembalaan (grazing system) pada padang penggembalaan alam.

Penerapan pola grazing pada pastura alam merupakan system pemeliharaan yang rendah input karena tidak memerlukan input kandang, tenaga kerja penyediaan pakan, budidaya, panen dan pasca panen kebun rumput. Hanya saja kebanyakan pastura alam di Bolmut umumnya terjadi penggembalaan berat (over grazing), artinya populasi ternak di padang terlalu tinggi, tidak berimbang dengan pasokan pakan hijauan yang hanya sedikit sehingga berdampak rendahnya produksi dan produktivitas.

Berdasarkan permasalahan di atas maka perlu introduksi inovasi pakan tepat guna berbasis bahan pakan lokal yaitu jerami padi. Persoalan kemudian adalah betapa sulitnya merobah secara drastis kebiasaan petani yang sudah berlaku sejak dahulu kala dari pemeliharaan pola ekstensif tradisonal menjadi intensif modern. Pola ekstensif tradisional merupakan cara pemeliharaan yang tidak memerlukan banyak perhatian peternak sedangkan pola intensif akan berbeda.

Dengan demikian kegiatan pendampingan PSDS di Kabupaten Bolaang Mongondow antara lain mengintroduksikan alat pemberian pakan jerami otomatik tipe tower. Keunggulan tower ini disamping bersifat bekerja sendiri secara otomatk (self feeder) juga dapat menampung banyak jerami. Semakin besar volume tower semakin tinggi carrying capacity. Jika daya tampungnya 3,285 ton bahan kering jerami maka dapat menampung 1 Unit Ternak (UT) sepanjang tahun 365 hari karena rata-rata jumlah konsumsi BK pakann adalah 9 kg/UT/hari sesuai standar NRC. Atau jika jumlah sapi yang dipelihara adalah 10 UT dengan jumlah konsumsi BK total 90 kg per hari maka tower jerami kapasitas 3,285 ton tersebut dapat memasok pakan selama 36,5 hari atau sebulan lebih. Satu UT adalah setara dengan 1 ekor sapi dewasa bobot badan 300 – 350 kg.

Percepatan Pemasalan Inovasi
Untuk mempercepat adopsi maka digunakan pendekatan research-extension- farmer linkages atau diringkas dengan REFL (Badan Litbang Pertanian, 2011). Konsep REFL adalah komunikasi peneliti - petani untuk mentransfer inovasi teknologi yang difasilitasi oleh penyuluh. Kunci REFL adalah mengintegrasikan peneliti-penyuluh-petani sejak proses perencanaan, diseminasi/penyuluhan hingga penerapan inovasi teknologi oleh petani atau pengguna lainnya.

Kegiatan ini meliputi; identifikasi masalah, perumusan kebutuhan teknologi, penyusunan program partisipatif, perencanaan pengkajian & diseminasi, pelaksanaan pengkajian dan diseminasi, evaluasi kinerja teknologi, dan penerapan pada skala luas. Dengan demikian REFL menggunakan beberapa chanel diseminasi meliputi; (1) lembaga penyuluhan, (2) lembaga agribisnis (kelompok tani), (3) BPTP, dan (4) Dinas Pemkab terkait. Chanel lainnya berkembang setelah pelaksanaan demplot dan sekolah lapang introduksi tower jerami yaitu Pemerintahan Desa setempat, anggota DPR, dan beberapa stakeholder yang menghadiri acara Temu Lapang. Dinas Provinsi Sulut kemudian menjadi chanel selanjutnya karena hasil demplot sudah dua kali dipresentasikan dalam workshop Rakor PSDS tingkat provinsi yang dipresentasikan BPTP dan Temu Informasi antar kelompok tani tingkat provinsi yang dipresentasikan langsung petani.

Dampak Spekrum Diseminasi Multy Chanel (SDMC)
Sejak tower jerami dibangun sebanyak satu unit dalam bentuk demplot di Desa Tombolango Kabupaten Bolmong Utara pada tahun 2011, maka pada tahun 2012 sudah terdapat 5 unit yang dibangun oleh pelaku usaha, yaitu: 4 unit di Bolmong Utara dan 1 unit di Minahasa Selatan. Selain itu Pemdes Tombolango sudah mengambil kebijakan membangun 5 tower di desa yaitu satu tower setiap dusun. Pada sosialisasi hasil demplot tower jerami di Dinas Pertanian Bolmut merumuskan bahwa Dinas Pertanian akan mengarahkan seluruh kelompok peternak sapi binaan untuk mengadopsi Tower Jerami. (*art)

LAST_UPDATED2
 
Implementasi Teknologi dan Inovasi PTT Berpotensi Memperkecil Tekanan Penduduk (TP) di Sentra Produksi Padi Sawah Sulawesi Utara (Kasus P3T di Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur PDF Cetak E-mail
Oleh Stenly K. Pajow , Paul C. Paat dan Arnold C. Turang   
Selasa, 10 Januari 2012 19:44
ABSTRAK

Pemilikan lahan sawah yang sempit-sempit, dan makin menyempit akibat tekanan penduduk yang tinggi. Dengan demikian pemecahannya haruslah diarahkan upaya memperkecil Tekanan Penduduk (TP) terhadap sumberdaya lahan sawah yang semakin terbatas. Melalui program Peningkatan Produktivitas Padi Terpadu (P3T) dengan implementasi teknologi dan inovasi Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT). Usahatani di sentra produksi padi sawah desa Wolaang kecamatan Langowan Timur, pada hamparan percontohan 142,5 ha dengan melibatkan 179 petani kooperator (4 kelompok tani) selama 2003-2005 (4 musim tanam). Ternyata implementasi teknologi model PTT usahatani padi sawah di desa Wolaang dan sekitarnya pada tahun 2010, TP dapat ditekan dari 7,05 (sebelum PTT) menjadi 5,08, . kalau dalam bentuk hasil gabah (pra panen). Melalui teknologi diversifikasi pasca panen (bentuk hasil beras + bekatul) , nilai PT mengecil dari 4,73 (sebelum PTT) menjadi 3,49 (sesudah PTT), akan tetapi belum dapat menjamin hidup secara layak. Oleh sebab itu, sebabnya perlu adanya keterpaduan melalui program diversifikasi usahatani dan agroindustri serta kegiatan off farm di pedesaan.

Kata Kunci : Padi Sawah, PTT, Tekanan Penduduk.
LAST_UPDATED2
 
Budidaya Ternak Sapi PDF Cetak E-mail
Oleh adminsulut   
Jumat, 16 Desember 2011 10:32
Budidaya Ternak Sapi

Penulis:
Louise A. Matindas
Arnold C. Turang
Paulus C. Paat
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com