Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner1
banner2

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Situs Web BPTP SULUT
Kedelai Anjasmoro Dikembangkan di Minahasa Tenggara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 23 Juli 2014 09:23

Desa Kali Kecamatan Tombatu menjadi Demplot perbaikan mutu produksi Kedelai di Minahasa Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan benih yang baik untuk sumber benih bagi petani sekitar dan memenuhi kebutuhan benih di daerah sekitar pengembang kedele di Sulawesi Utara.

Varietas yang di kembangkan adalah Anjasmoro, Probogan, Argomulyo. Varietas ini sudah banyak dicobakan di Kebun Percobaan Pandu, dan memberikan hasil yang baik. Luas lahan yang ditanami kedele (22/07) di Desa Kali kecamatan Tombatu adalah seluas 3 ha. BPTP melakukan pendampingan teknologi dan kelompok tani yang mengusahakan.

Deskripsi Kedelai:

ANJASMORO

Dipelas : 22 Oktober 2001
SK Mentan : 537/Kpts/TP.240/10/2001
Nomor galur
: Mansuria 395-49-4
Asal : Seleksi Massa dan Populasi
Galur Murni Mansuria
Ddaya Hasil : 2,03-2,25 t/ha
Warna Hipokotil : Ungu
Warna Epikotil : Ungu
Warna Daun : Kijau
Warna Bulu : Putih
Warna Bunga : Unggu
Warna Kulit Biji : Kuning
Warna Polong Masak : Coklat Muda
Warna Hilum : Kuning Coklat
Bentuk daun : Oval
Ukuran daun : Lebar
Tipe tumbuh : Determinit
Umur berbunga : 35,7–39,4 hari
Umur polong masak : 82,5–92,5 hari
Tinggi tanaman : 64 - 68 cm
Percabangan : 2,9–5,6 cabang
Jml. buku batang utama : 12,9–14,8
Bobot 100 biji : 14,8–15,3 g
Kandungan protein : 41,8–42,1%
Kandungan lemak 17,2–18,6%
Kerebahan 17,2–18,6%
Ketahanan thd penyakit Tahan rebah
Sifat-sifat lain
Moderat terhadap karat daun
Polong tidak mudah pecah
Pemulia Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya,
Jamaluddin M., Susanto, Darman
M.A., dan M. Muchlish Adie.

Sumber: http://balitkabi.litbang.deptan.go.id

Terkait Lihat : https://www.youtube.com/watch?v=ZLYR-iZMpoI#t=113

LAST_UPDATED2
 
Inovasi Teknologi Litbang Pertanian akan Mewarnai Kegiatan Bakti Sosial TNI AD di Minahasa PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Rabu, 16 Juli 2014 19:34

Gambar. Usai Rapat Bersama TNI AD dan Instansi Terkait Acara Bakti Sosial di Minahasa

Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Sulawesi Utara, dalam mendukung pemberdayaan masyarakat yang diprakarsai oleh TNI AD, dalam acara bakti sosial yang di pusatkan di kabupaten Minahasa, akan menggelarkan inovasi-inovasi teknologi hasil-hasil kajian spesifik lokasi di Sulawesi Utara.

Kajian-kajian yang akan di gelarkan meliputi: Beragam teknologi pengolahan hasil berbahan baku tanaman yang dihasilkan dari m-KRPL, Pembuatan bio gas berbahan baku enceng gondok, pembuatan pakan ayam dan itik berbahan baku enceng gondok dalam bentuk pelet.

Menurut Kasie KSPP BPTP Sulut, Victor D. Tutud,SPi.MSi. bahwa kegiatan ini sebagai wujud dari implementasi hasil-hasil temuan para pengkaji yang di perkenalkan kepada masyarakat secara langsung. Karena banyak hasil-hasil kajian yang relatif masih tersimpan dalam laporan-laporan dan prosiding para pengkaji, karena keterbatasan dana publikasi. Sementara masyarakat tani begitu menanti hasil-hasil inovasi tepat guna untuk digunakan masyarakat. Dengan kegiatan ini, pelaku usaha, dalam hal ini petani, juga para pelaku usaha dapat melihat dan mempraktekkan teknologi spesifik lokasi yang sudah ada di Sulawesi Utara.

Masih menurut Tutud, dengan kegiatan yang di prakarsai TNI AD di Minahasa bersama Pertamina, kami mengapresiasi dan mendukung menyiapkan teknologi yang akan digelarkan. Untuk itu, kami telah menugaskan tim kerja untuk berkordinasi dengan TNI AD dan Pertamina untuk mendukung kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan Bakti Sosial TNI AD akan menitik beratkan pada pemberdayaan masyarakat sekitar danau Tondano dalam memanfaatkan enceng gondok yang telah menjadi gulma yang mengancam danau Tondano, menjadi potensi sumber energi baru dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar danau.

Kapten Ahmat Nurdin, selaku kordinator pelaksana memberikan apresiasi pada pihak BPTP dengan bantuan pemikiran dan masukkan dalam mensukseskan kegiatan Bakti Sosial TNI AD bersama Pertamina sebagai penyandang dana. Masih menurut Ahmat, bahwa kegiatan ini akan melibatkan sekitar 2000-2500 orang dari koramil-koramil dari Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan dan Kota Tomohon. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh para petinggi TNI AD dari Pusat.(art*)

LAST_UPDATED2
 
Minahasa Kembangkan Inpari-28 Sebagai Sumber Bibit PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Selasa, 01 Juli 2014 17:25

Minahasa-Koya, Kelompok Tani Maleo-leosan kelurahan Koya Kecamatan Tondano Selatan bersama dengan BPTP Sulawesi Utara dan BP3K Minahasa mengembangkan padi Varietas Unggul Baru Inpari-28 pada lahan luas 1 ha.

Tujuan kegiatan ini, adalah bagaimana para petani terpenuhi kebutuhan akan bibit padi baru di kawasan persawahan daerah ini. Kegiatan ini menerapkan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Dengan pendampingan bersama BPTP, BP3K dan BPSB.

Deskripsi dari Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari-28 adalah :

Umur Tanaman : ±120 hari setelah sebar

Tinggi Tanaman : ±97 cm
Kerontokan       : Sedang
Kerebahan        : Tahan
Tekstur Nasi      : Pulen
Kadar Amilosa    : ±23,7 %
Rata-rata Hasil   : 6,6 t/ha GKG
Potensi Hasil     : 9,5 t/ha GKG

Ketahanan terhadap Hama  : Agak rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3.

Penyakit         : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III.

  • Agak rentan terhadap patotipe IV dan VIII.
  • Agak tahan terhadap blas ras 033 da 073.
  • Rentan terhadap ras 133 dan 173.
  • Rentan terhadap tungro.

Anjuran Tanam : Cocok untuk ditanam di ekosistem sawah sampai ketinggian 1100 m dpl.

Pemulia Aan A. Daradjat, Nafisah, Cucu Gunarsih, dan Trias Sitaresmi.

Dilepas tahun 2012

Deskripsi Inpari 20. http://www.litbang.deptan.go.id/varietas.php/one/846/

Info Mendukung : https://www.youtube.com/watch?v=WvNxuC-9IO8 Traktor untuk Menanam Padi Jajar Legowo

LAST_UPDATED2
 
Petani Sulawesi Utara Produksi Benih Unggul Spesifik Lokasi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Kamis, 26 Juni 2014 19:05

Manembo Minahasa--- Gubernur Sulawesi Utara, Dr.Sinyo H. Sarundajang dan Dirjen Perbenihan Kementerian Pertanian hari ini Kamis 26 Juni 2014, melakukan panen padi Cigeulis di kelompok tani Ebenhaezer dan Maesa Waya Manembo.

Pada luasan lahan 50 ha, kelompok mengembangkan benih Cigeulis, untuk dipersiapkan sebagai sumber benih pada musim tanam berikut. Menurut Hukum Tua (Bah.Minahasa) atau Lurah, bapak James bahwa kegiatan pembibitan ini dalam pendampingannya bersama BPSB, BP3K, BPTPH, BPTP Sulut dan kelompok tani Eben Haezer dan Maesa Waya Manembo. Masih menurut pak James, teknologi yang diterapkan pada kegiatan ini mengacu pada teknologi PTT, tanam jajar legowo dan sistem tegel. Dan untuk rekomendasi pemupukan, mengacu pada sistem KATAM yang diakses melalui HP petani.

Dr.Ir. Bambang Budhianto, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan mewakili Dirjen Tanaman Pangan ketika memberikan sambutan pada acara panen benih sumber Cigeulis di Manembo Minahasa. Menurut Bambang, dari laporan kepala dinas pertanian, Sulawesi Utara, ditengah menurunnya produksi di tahun 2013 dan 2014, Sulawesi Utara masih Swasembada. Demikian dengan target pemerintah, produksi benih secara nasional 3 ton per ha, di Sulawesi Utara masih dapat 4 ton per hekto are, lebih 1 ton dari target nasional. Karena target produksi benih, lebih kecil dibandingkan dengan produksi gabah giling.

Bambang memberikan apresiasi pada petani di Minahasa, dan mendorong agar tingkatkan kerja sama dengan instansi terkait yang berkepentingan dalam menghasilkan benih dan pertajam prinsip-prinsip produksi benih unggul, agar dapat menghasilkan benih unggul spesifik lokasi. Karena kunci utama keberhasilan usahatani padi sawah, pada simpul benih.

Gubernur SH. Sarundajang dalam sambutan memberikan apresiasi pada Kementerian Pertanian yang telah memfasilitasi produksi benih di Sulawesi Utara. Semoga dengan bantuan pembibitan ini, dapat memenuhi kebutuhan benih unggul di Sulawesi Utara. Masih menurut Sarundajang, Sulawesi Utara telah menargetkan 700 ribu ton untuk swasembada dan saat ini kita mendekati angka target kita.

Lahan di Sulawesi Utara, memang agak berbeda dengan daerah lain. Lahan kita bergunung sampai bergelombang dan tidak ada yang luas. Namun ratsio lahan dan jumlah penduduk masih balans, imbuh Sarundajang. Jadi dengan luas lahan demikian dengan jumlah penduduk, kita masih dapat memproduksi padi untuk penuhi masyarakat kita. Untuk itu saya harapkan pada kita semua, agar kita harus solid, kerja sama pimpinan kelompok dengan anggota, harus mampu menjadi teladan. Saling diskusi satu dengan yang lain dalam membahas produksi pertanian. Jangan berpuas diri setelah produksi naik, tapi teruslah berusaha dan tingkatkan produksi kedepan.

Setelah memberikan sambutan, Gubernur, Direktur Perbenihan, Forum Pemerintah Daerah, Wakil Bupati Minahasa menyalurkan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk petani di Minahasa berupa: 5 Buah hand Traktor, Benih Padi, Ternak sapi, dan Bantuan Uang dalam rekening kelompok, Kegiatan panen juga dihadiri oleh para penyuluh pertanian di kabupaten Minahasa dan kelompo-kelompok tani se kabupaten Minahasa. (*art)

LAST_UPDATED2
 
Selamatkan Sumberdaya Genetik Sulawesi Utara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Rabu, 18 Juni 2014 07:56

BPTP Sulut---Pertemuan perdana Komisi Sumberdaya Genetik (Komda SDG) yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,berdasarkan surat: Sekretaris Daerah Prov. Sulut No. 005/2235/Sekr.Ro.SDA tanggal 12 Juni 2014 tentang Pertemuan perdana Komisi Sumberdaya Genetik (Komda SDG) Sulawesi Utara, berhasil mempertajam kinerja kedepan Komisi ini.

Kepala BPTP Sulawesi Utara, Ir. Bahtiar,MS. menyambut baik para peserta yang hadir dan merespons pertemuan ini. Menurut Bahtiar, kegiatan ini sangat penting dan harus dijalankan dengan serius. Mengingat, pentingnya Sumberdaya Genetik yang ada di Sulawesi Utara khususnya, dan Negara kita pada umumnya. Dengan teridentivikasi kekayaan kita, akan menjadi hak dan kekayaan daerah kita dan negara kita.

Pertemuan selama sehari (17/06) membahas 3 hal penting yaitu:

  1. Pengertian dan ruang lingkup kegiatan Komda SDG,
  2. Penetapan Kebun SDG dan rencana pengelolaannya,
  3. dan system penyediaan anggaran

Petermuan dihadiri oleh 19 orang yang terdiri dari perwakilan Biro SDA Prov. Sulawesi Utara, Bappenda Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, BPSB TPH, Bakorluh, Balitpalma, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, dan BPTP Sulut sebagai tuan rumah/tempat pertemuan (*art).

Ikuti juga berita terkait di : http://sulut.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=87&Itemid=9

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com