Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner2
banner1

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Situs Web BPTP SULUT
Artikan Kemerdekaan Ke 69 Republik Indonesia dengan Kerja Keras Untuk Kemajuan Petani PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Minggu, 17 Agustus 2014 20:24

Minggu,17 Agustus 2014—

Para Pendiri Negeri ini telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Artikan kemerdekaan ini dengan memaknai isi Undang-Undang Dasar 1945 yang telah kita dengarkan tadi. Teks Proklamasi dan Makna dari Panca Prasetia Korpri. Marilah kita isi kemerdekaan ini dengan bekerja untuk masyarakat. Demikian sepintas sambutan kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS.

Upacara bendera yang dilaksanakan di kompleks kantor BPTP Sulawesi Utara, yang dihadiri oleh Kelompok-Kelompok Pengkaji, Seluruh Staf, Satuan Pengamanan Kantor juga oleh pegawai BPTP Sulawesi Utara yang berada di Pandu.

Kegiatan memgartikan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69, dilanjutkan dengan acara kekeluargaan di BPTP Sulawesi Utara. Acara diisi dengan lomba-lomba permainan yang diawali oleh para mantan kepala BPTP Sulawesi Utara.

Permainan yang ditampilkan dalam kegiatan kebersamaan ini yaitu: Lomba memasukkan pensil dalam botol dengan cara diikatkan pada benang lalu diikatkan di pinggang peserta. Selanjutnya yang selesai melanjutkan dengan makan kerupuk, selesai lagi langsung pada etape berikut dengan makan kwaci. Dari masing-masing kegiatan dengan kriteria penilaian panitia menempatkan Kepala BPTP yang baru, Dr. Ir.Adbul Wahid Rauf,MS.,  sebagai juara 1, disusul olah Ir. Bahtiar,MS. Sebagai juara kedua dan Dr.Ir.Luice Taulu,MS.

Menurut panitia dadakan, pada kegiatan ini, bahwa lomba ini dikususkan untuk mantan-mantan kepala BPTP yang pernah memimpin di BPTP. Maknanya bagaimana para pemimpin mencontohkan keuletan dalam mencapai keberhasilak melewati etape-etape lomba, dengan teknik dan strategi khusus untuk mencapainya. Sebagai pemimpin mencontohkan upaya-upaya sebagai pemimpin, tanpa melihat kecilnya permainan atau besarnya dan sulitnya permainan, upaya dengan konsisten dan kerja keras yang penting di maknai. Dan untuk tingkat pegawai dan kelompok pengkaji akan diacarakan pada hari Jumat nanti.

Dari permainan ini bukan pada juaranya, tapi kebersamaan pimpinan dan pegawai sampai pada satpan dan tukang sapu, terlibat dalam kebersamaan kegiatan ini.

Kepala Balai mengapresiasi kegiatan ini karena sebagai bentuk pencerahan dalam menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang begitu kompleks kedepan, yang membutuhkan kerjasama dan kerja keras untuk menyelesaikannya. Selamat Hari Ulang Tahun republik Indonesia ke 69. (*art)

LAST_UPDATED2
 
Pisah Sambut Kepala BPTP Sulawesi Utara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 13 Agustus 2014 05:25

Selasa,12 Agustus 2014--

Selang 5 Tahun 7 Bulan Ir. Bahtiar,MS. memimpin BPTP Sulawesi Utara, hari ini Selasa 12 Agustus 2014 dilaksanakan Pisah Sambut, untuk pejabat yang lama Ir. Bahtiar,MS ke pejabat baru Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. Pejabat lama akan menjalankan tugas utama sebagai Peneliti di Badan Litbang Pertanian. Sementara pejabat baru, sebelumnya adalah sebagai kepala BPTP di Ujung Timur Nusantara (Papua).

Acara dimulai tepat jam 09.00 wita, yang dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kapus Perkebunan Dr.Ir.Moch Syakir,MS. Dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kadis Pertanian Peternakan, Bank Indonesia, TNI-AD, Perwakilan Pupuk Kaltim, Universitas Samratulangi, KTNA, Tim Komisi Penyuluhan, Badan Kordinasi Penyuluhan Pertanian, Dekan Fak. Peternakan, Dekan Fak.Pertanian, Lemlit Unsrat Manado, Perwakilan Toko Agama Kristen dan Islam.

Kepala Badan Litbang dalam sambutan berharap agar semua jajaran di BPTP Sulawesi Utara bekerja harus komitmen, keteladanan untuk kepentingan rakyat. Perubahan-perubahan di Badan Litbang Pertanian, adalah hal yang biasa. BPTP Sulawesi Utara, adalah institusi Pusat yang ada di daerah. Dan diberikan amanah untuk akselerasi penerapan teknologi secara regional di Sulawesi Utara. Jadi BPTP, harus mampu mensukseskan program Kementerian Pertanian di Pusat dan program-Program strategis di daerah. Pekerjaan BPTP cukup berat, namun bila sinergisme dengan stakeholder didaerah jalan dengan baik, maka tidak akan ada kesulitan untuk mencapainya.

Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. dalam sambutanberharap, sebagai pimpinan baru di BPTP Sulawesi Utara, harapan saya adalah dukungan semua teman-teman dan stakeholder yang sudah bekerjasama dengan BPTP Sulawesi Utara. Tantangan kedepan tidaklah muda, membangun sesuatu yang sudah ada relatif lebih sulit, dibandingkan dengan membangun yang baru. Namun pekerjaan apapun berat dan sulitnya, hanya dapat kita selesaikan dengan kerjasama. Ini nampak dan akan lebih baik dan saya syukuri, dengan melihat kehadiran para stakeholders dalam acara ini.

Banyak kenangan yang telah di torehkan oleh pejabat lama, selama berada di bumi nyiur melambai. Yang bagi pegawai menjadi kenagan indah, kebersamaan dengan Ir. Bahtiar,MS. betapa tidak, menurut penuturan salah seorang PNS yang dipercayakan mengisahkan pengalamannya bersama Bahtiar: “satu kelemahan BAHTIAR, adalah kepala Balai yang tidak pernah ditemukan MARAH oleh pegawainya”. Satu kelemahan, atau justru sebagai satu kekuatan Bahtiar, sehingga BPTP Sulawesi Utara, mampu bersanding dengan pejabat eselon di daerah.

Karya yang menjadi buah bibir oleh para pejabat di daerah, sehingga persandingan semakin erat, dan baru kali ini tercipta di BPTP Sulut adalah ketika Dinas Instansi mengapresiasi kehadiran Bahtiar di Sulawesi Utara. Betapa tidak menurut salah seorang pejabat di Sulut yang pernah didengar langsung komentarnya (saat dilapangan) “hebat kamu punya bos, selalu saja ada innovasi baru setiap ketemu dengan beliau (Bahtiar)”.

Ketika seorang Bahtiar tampil dalam setiap permintaan (Undangan), untuk kebersamaan dengan institusi pemeritah daerah, selalu dimanfaatkan untuk sosialisasi program Litbang Pertanian. Menurut Bahtiar itu adalah sarana tepat kita inplementasikan SDMC yang di kembangkan Litbang Pertanian. Baginya melayani masyarakat adalah wajib, sebagai investasi masa depan di Sorga.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir. J.Panelewen, mengamini kesan teman-teman. Ketika memberikan sambutan mewakili Gubernur Sulawesi Utara, bahwa kemitraan dengan BPTP di Sulawesi Utara, dengan kehadiran Bahtiar, menjadi warna tersendiri. Kegiatan kebersamaan di lapangan semakin hidup dengan persandingan BPTP, Dinas dan Bakorluh. Bahkan indikator keberhasilan kegiatan pertanian di lapangan terukur pada 3 institusi ini. Bersama dengan BPTP dengan Inovasi-Inovasinya berhasil memotivasi petani dengan teknologi baru dan membuat Sulawesi Utara menjadi daerah yang mampu surplus beras, ungkap Panelewen. Mengakhiri sambutan Panelewen, memberikan cendramata pada Ir. Bahtiar,MS., sebagai ikatan emosional beliau dalam kerjasama kedinasan. Dengan menyematkan perhiasan cincin di jari Bahtiar.

Kegiatan diakhiri dengan kegiatan kebersamaan para pegawai, dengan mengisi acara lepas berupa kegiatan nyanyi-nyanyi. Pegawai dan Dharma Wanita berbaur bersama mengisi acara lepan ini. (*art).

LAST_UPDATED2
 
Inovasi Teknologi Litbang Pertanian di Kembangkan TNI-AD Kerjasama Dengan PT.Pertamina di Minahasa PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2014 20:25

Kamis,7 Agustus 2014---Bersama TNI-AD dan PT.Pertamina pada kegiatan Kemanunggalan TNI-AD Bersama Rakyat melalui Peternakan Pertanian Terintegrasi dengan pendekatan KLINIK EDUKASI, Teknologi Inovasi Badan Litbang Pertanian termanfaatkan dalam kegiatan ini.

Pada acara Louncing kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Kakas, yang dirangkai dengan kegiatan Pekan Agro Inovasi Teknologi Pertanian, BPTP menampilkan hasil-hasil inovasi spesifik lokasi disertai pendampingan seperti: pemanfaatan pekarangan di POSKESDES dan pelatihan pengolahan hasil, pengolahan hasil-hasil dari kegiatan m-KRPL yang dihasilkan kelompok-kelompok pelaksanan m-KRPL di beberapa daerah, Pengembangan Peternakan Ayam Buras, Pemanfaatan gulma enceng gondok di danau Tondano menjadi sumber pakan ternak untuk ayam dan ternak ungas lainnya, Bio Gas dan Pupuk Organik bersumber dari enceng gondok. Pada kegiatan ini BPTP sebagai pendamping teknologinya, bersama TNI-AD penggerak teritorial dan Pertamina sebagai sumber dana petani.

Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bahtiar,S.IP,M.AP, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan m-KRPL dan menginstruksikan pada anggota untuk menindak lanjuti kegiatan ini, agar menekan pengeluaran dana blanja kebutuhan rumah tangga prajurit. Disamping itu, dengan memanfaatkan pekarangan dengan tanaman Obat Keluarga (TOGA), akan membantu dalam meningkatkan kesehatan prajurit, dengan mengkonsumsi olahan instan temu lawak dan instan jahe, yang dapat dibuat sendiri oleh keluarga.

Sementara direktur Pertamina Geothermal Energi (PGE) Rony Gunawan, ketika mencicipi hasil olahan ubi jalar ungu yang telah di olah menjadi es krim, berharap agar ibu-ibu yang masuk dalam kelompok yang didampingi dalam kegiatan pemberdayaan ini, agar kelak menghasilkan produk-produk lokal menjadi lebih baik. Apalagi menurut Rony, ubi jalar mengandung bahan anti oksidan yang sangat baik bagi manusia. Bahakan pak Rony menantang ibu-ibu untuk menghasilkan produk es krim ini dan rancanglah supaya ketika ada pertemuan-pertemua baik di PT. Pertamian, akan memesan ke ibu-ibu.

Sementara Bupati Minahasa menyambut baik teknologi ini, dan tidak menyangka bila produk ubi jalar ungu yang banyak di Minahasa, sangat berpotensi untuk industri es krim, seperti yang sudah dicicipi ini, imbuhnya.

Pekan Agro Inovasi, yang dilaksanakan di kecamatan Kakas-Minahasa bersama TNI-AD dan Pertamina, menurut Kasie KSPP BPTP Sulawesi Utara, Victor D. Tutud,SPi,MSi. bahwa kegiatan ini, dalam rangka perayaan hari ulang tahun Badan Litbang Pertanian, yang diagendakan disemua BPTP di Daerah untuk melaksanakan dan puncak acara akan dilaksanakan di Bogor. Dari kegiatan ini, setiap BPTP akan menampilkan semua hasil-hasil unggulan spesifik lokasinya. (*art)

LAST_UPDATED2
 
Kekeringan Mengintai Inpari-28 dan Super Win di Koya-Tondano Selatan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 30 Juli 2014 17:50

Info Kekeringan BMKG, tidak mencantumkan Sulawesi Utara termasuk dalam daerah Waspada. Namun demikian ini harus diwaspadai, karena namanya ramalan, yang bisa saja berbalik. informasi melalui SMS terusan dari ka BPTP Sulut seperti:

CEWS BMKG | 25 July 2014
Peringatan Dini Kekeringan, Update 20/07/2014; Daerah tidak hujan berturut-turut>60 hari yang berpotensi kekeringan terjadi di Jatim (Bluri, Blukon, Bantur, Karangsuko), Bali (Bondalem, Bengkala), NTT (Balauring, Stamet Waingapu, Batutua, Mapoli) ;31s/d60 hari NAD (Padang Tiji, Delima), Jabar (Cangkuang, Seuseupan), Jateng(Kismantoro), Jatim (Kedungdung, Cerme, Balongpanggang, Saradan, Dampit, Tutur), Bali (Catur), NTb (Tanjung, Gangga, Moyohulu, Kolo), NTT (Melolo, Wanga, Malahar, Olafulihaa, Papela, Feapopi), Kalbar (Jongkong);infoweb cews.bmkg.go.id(CEWS BMKG).

Namun demikian, baru mau jalan 2 Minggu panas Matahari, telah menggetarkan hati petani sekitar danau Tondano. Berusahatani sekitar danau Tondano, namun Ironis kekurangan air kala Matahari memanasi hamparan persawahan.

Penuturan petani anggota kelompok Maleo-Leosan Koya, Utu dan Minder, ketika di hamparan persawahan bahwa: "Masalah kekurangan air bukan cuma karena panas matahari yang sudah hampir 2 Minggu, tapi karena sumber air yang mengairi areal sawah mereka, telah ditutup sepihak oleh anggota masyarakat Koya yang membangun rumah pribadi dan membuat kolam di hulu aliran sungai. Saluran air yang seharusnya di atur dan dibagi, sepihak ditutup secara permanen".

Masih menurut Minder dan Utu, sebenarnya, ada sumber air besar yang dibangun menuju hilir danau Tondano, tapi waktu proyek pembuatan sungai oleh perusahaan, tidak lagi mengeruk dalam agar aliran air mengalir, tapi malah langsung ngecor sampai air tidak dapat lewat dan tertampung. Untuk itu perlu barangkali pemerintah setempat membantu kami, agar kami tidak kesulitan air, apalagi saat musim seperti ini, imbuh Minder. Utu menambahkan, biasanya biar panas panjang, kami tidak kesulitan air. Tapi karena sudah ditutup oleh keluarga yang membangun rumah di Kelurahan Koya, dan tambahlagi masyarakat lain ketika membangun, saat menimbun lahan, tidak membuka lagi saluran air.

Kegiatan penanaman Inpari 28 di kelompok tani Maleo-leosan kelurahan Koya Kecamatan Tondano Selatan, sudah jalan umur 31-35 hari setelah penanaman. Namun ada tetangga kelompok yang juga masuk dalam percontohan aplikasi pemupukan berimbang, yang baru berumur 8 hari setelah tanam, sudah menunjukkan kekurangan air. Ketika melakukan pengamatan tanaman dari serangan hama putih palsu, didapati juga tanaman sudah kekurangan air dan perlu diairi. Dari pertemuan itulah muncul unek-unek kedua petani diatas.

Pendamping Lapangan dari BPTP Sulut, segerah menghubungi pihak BP3K dalam hal ini kepala Meidy Malonda,SP. segera meluncur dan diskusi bersama dilapangan untuk mencari jalan keluar, agar kebutuhan air tanaman, dapat diatasi. Sudah di sepakati juga dengan petani untuk memompa air dari sumber air yang menuju danau. Karena sungai sudah berada dibawah sawah, sehingga harus di pompa lagi.

semoga saja pihak Kelurahan Koya dan Pak Camat Tondano Selatan Pak Robert Ratulangi, dapat menfasilitasi keluhan masyarakat tani di kelurahan Koya, yang ironis, dekat danau Tondano, tapi kekurangan air. (*art).

LAST_UPDATED2
 
Kedelai Anjasmoro Dikembangkan di Minahasa Tenggara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 23 Juli 2014 09:23

Desa Kali Kecamatan Tombatu menjadi Demplot perbaikan mutu produksi Kedelai di Minahasa Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan benih yang baik untuk sumber benih bagi petani sekitar dan memenuhi kebutuhan benih di daerah sekitar pengembang kedele di Sulawesi Utara.

Varietas yang di kembangkan adalah Anjasmoro, Probogan, Argomulyo. Varietas ini sudah banyak dicobakan di Kebun Percobaan Pandu, dan memberikan hasil yang baik. Luas lahan yang ditanami kedele (22/07) di Desa Kali kecamatan Tombatu adalah seluas 3 ha. BPTP melakukan pendampingan teknologi dan kelompok tani yang mengusahakan.

Deskripsi Kedelai:

ANJASMORO

Dipelas : 22 Oktober 2001
SK Mentan : 537/Kpts/TP.240/10/2001
Nomor galur
: Mansuria 395-49-4
Asal : Seleksi Massa dan Populasi
Galur Murni Mansuria
Ddaya Hasil : 2,03-2,25 t/ha
Warna Hipokotil : Ungu
Warna Epikotil : Ungu
Warna Daun : Kijau
Warna Bulu : Putih
Warna Bunga : Unggu
Warna Kulit Biji : Kuning
Warna Polong Masak : Coklat Muda
Warna Hilum : Kuning Coklat
Bentuk daun : Oval
Ukuran daun : Lebar
Tipe tumbuh : Determinit
Umur berbunga : 35,7–39,4 hari
Umur polong masak : 82,5–92,5 hari
Tinggi tanaman : 64 - 68 cm
Percabangan : 2,9–5,6 cabang
Jml. buku batang utama : 12,9–14,8
Bobot 100 biji : 14,8–15,3 g
Kandungan protein : 41,8–42,1%
Kandungan lemak 17,2–18,6%
Kerebahan 17,2–18,6%
Ketahanan thd penyakit Tahan rebah
Sifat-sifat lain
Moderat terhadap karat daun
Polong tidak mudah pecah
Pemulia Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya,
Jamaluddin M., Susanto, Darman
M.A., dan M. Muchlish Adie.

Sumber: http://balitkabi.litbang.deptan.go.id

Terkait Lihat : https://www.youtube.com/watch?v=ZLYR-iZMpoI#t=113

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com