Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner2
banner1

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Situs Web BPTP SULUT
Gelar Teknologi Kedelai di Minahasa Tenggara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Rabu, 01 Oktober 2014 12:11

Kali Oki 30 September 2014, BPTP Sulawesi Utara setelah melakukan kanjian teknologi VUB Kedelai Selasa 30 September 2014 melakukan Gelar teknologi yang di laksanakan di desa Kali Oki Minahasa Tenggara. Kegiatan ini dirangkai dengan 40 tahun Badan Litbang Pertanian dan di formulasi kegiatan Pekan Agro Innovasi.

Tujuan kegiatan ini adalah meragakan Varietas Unggul Baru (VUB) kedelai produk dari Badan Litbang Pertanian. Varietas-varietas yang di ragakan atau di Show Windowkan meliputi : Varietas Anjasmoro, Varietas Grobogan (http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/varietas-unggul/vu-kedelai/109-lokal-grobogan.html) dan Argomulyo.

Lokasi dilakukan kegiatan, ditempatkan di lokasi dimana pengembangan Kedelai yang ditetapkan dinas pertanian setempat. Dimana untuk Minahasa Tenggara alokasi kegiatan SL-PTT Kedelai luas 500 ha. Kegiatan show Window yang dilakukan oleh para pengkaji di BPTP adalah mendukung kegiatan SL-PTT. Dengan harapan produksi dari 3 varietas yang diragakan akan menjadi cikal bakal berkembangnya benih-benih unggul ini di Minahasa Tenggara.

Menurut Peneliti di BPTP Ir. jenny Tamburian, MS., dengan Show Window ini, petani akan melihat dengan nyata varietas-varietas mana yang lebih baik untuk di kembangkan kedepan oleh kelompok. Karena varietas yang di bawa BPTP, masih varietas unggul yang didatangkan langsung dari Balitkabi Malang. Potensi hasil 2T/ha. bila dikelolah dengan baik sesuai dengan prosedur bididaya yang sudah kami terapkan.

Teknologi budidaya yang diterapkan meliputi: penggunaan VUB yang baik dan homogen, perlakuan Legin saat menanam, jarak tanam 30cm x 40cm, 1 tanaman per lobang dan ditutup dengan pupuk organik. Melakukan pemupukan tepat waktu dan tepat dosis serta tepat cara yang sudah diragakan bersama petani. Teknologi budidaya secara umum dapat mengacu pada:                                      (http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/images/PDF/teknologi%20produksi%20kedelai%20di%20lahan%20kering%20masam.pdf)

Kegiatan Pekan Agro Inovasi, khusus kedelai di desa Kali Oki, dimulai sejak tanggal 26 September, dengan kegiatan, pelayanan terhadap petani terkait dengan kegiatan budidaya kedelai yang di show windowkan di lokasi. Petani-petani sekitar mendapatkan penjelasan dari tim kerja seputar kegiatan budidaya kedelai. desa ini termasuk daerah pengembangan, namun masih sangat minim pengetahuan tentang budidaya kedelai.

Beberapa pendapat dari petani: mereka begitu kagum dan berupaya pada periode berikutnya sudah dapat mengembangkan varietas ini. Menurut ketua kelompok pak Johanes Polandos, bila ada pendampingan lagi, petani bersedia mengembangkan lebih besar, untuk memenuhi kebutuhan benih yang sudah direncanakan Dinas Pertanian 500 ha, pada periode berikut.

Kegiatan Temu Lapang yang dihadiri oleh perwakilan KTNA di Minahasa Tenggata, Stakeholder terkait dan petani sekitar lokasi, menjadi awal yang baik untuk menghadapi 500 ha yang telah ditergetkan oleh Dinas Pertanian Minahasa Tenggara. Karena dengan melihat dan mengikuti pertemuan pada Temu Lapang ini, petani banyak mendapat pengetahuan untuk berusaha Kedelai. (*Artur).

Sumber: Jeni Tamburian.

LAST_UPDATED2
 
Sekretaris Badan Litbang Membuka Worshop TIK di Yogjakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 11 September 2014 10:03

 

Yogyakarta,--Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) mengadakan Apresiasi Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Lingkup Badan Litbang Pertanian 2014. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 an peserta dari 66 Satuan kerja (Satker) Badan Litbang Pertanian di Indonesia.

Acara dilaksanakan di Crystal Lotus Hotel Yogjakarta. Pembukaan melalui media teleconverence, Sekretaris Badan Dr.Ir.Agung Hendryadi,M.Eng. Sekretaris badan berada di Jakarta dan Peserta Berada di Yogjakarta. Terobosan ini merupakan jawaban Badan Litbang Pertanian dalam menerawang kedepan: bahwa teknologi IT harus dikuasai bila mau jadi terdepan.

Harapan Sekretaris Badan Litbang Pertanian supaya para peserta yang ikut untuk merumuskan strategi Pengelolaan TIK di Renstra Baru tahun 2015-2019. Sehingga kedepan pengelolaan TIK dapan memberikan pelayanan yang baik pada pengguna Teknologi Informasi dan Komunikasi terkait dengan pertanian kedepan. Pertemuan ini harus menghasilkan rumusan dan akan dibahas pada Raker badan Litbang Pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Bangun Kerjasama, Cerdas,Efisien dan Kelolah Managemen Konflik PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Kamis, 04 September 2014 07:35

 

Kalasey,03/09/14---Bangun Kerjasama,Cerdas dan Efisien dan kelolah managemen konflik dalam kita melaksanakan pekerjaan, kata kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. pada rapat evaluasi kinerja dengan para penanggun jawab kegiatan di BPTP Sulawesi Utara.

Lebih lanjut dijelaskan dengan harapan, agar apa yang telah kita hasilkan dan kerjakan selama ini, kita tingkatkan untuk melakukan pelayanan pada masyarakat. Apalagi kedepan, dengan kepemimpinan baru negara kita, kita harus dinamis dalam melakukan pekerjaan dan tetap fokus pada pelayanan pada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi kita.

Bila dalam melakukan tugas dan kerja, ada hal yang telah kita lakukan tidak sesuai denan harapan, sehingga kita dikoreksi, maka kita dialogkan dan bersama kita temukan solusinya. Dan saya berharap, kekeliruan tidak lagi terulang pada kegiatan-kegiatan kita kedepan.

Kegiatan yang diikuti oleh semua penanggung jawab kegiatan juga mengikuti pemaparan hasil pembahasan kegiatan tahun 2015 di Jakarta, yang diikuti oleh tim programa dari BPTP Sulawesi Utara. (*art)

LAST_UPDATED2
 
Dekatkan Kebun Yang Jauh di Rumah: Biar Sudah Tua Tetap Semangat Berkebun PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rita Novarianto dan Arnold C.Turang   
Sabtu, 30 Agustus 2014 04:06

Desa Talawaan-Minahasa Utara (29/8)---Pelaksanaan m-KRPL di desa Talawaan kecamatan Talawaan Minahasa Utara, masuk pada tahun ke dua. Kegiatan ini semakin memberikan arti bagi Masyarakat sekitar. Ini terlihat dari kegiatan kelompok tani Mawar, yang awal kegiatan belum menghasilkan bibit, saat ini di Kebun Bibit Desa, bahkan di rumah-rumah anggota mulai menghasilkan, untuk penuhi kebutuhan keluarga.

Menurut penuturan salah seorang anggota, yang dapat direkam oleh tim kerja dari BPTP Sulut: "sebelum bergabung dengan kelompok Mawar, biasanya saya berbelanja pada penjual di motor, atau ke pasar, saat ini saya tidak lagi belanja, malahan saya menjualnya karena hasilnya sudah melebihi kebutuhan keluarga saya" kata ibu yang sempat ditemui. Kebiasaan berbelanja setiap pagi, diganti dengan kebiasaan merawat dan mengambil bahan masak di kebun pekarangan.

Dari hasil penelusuran tim kerja BPTP Sulut pada anggota kelompok Mawar, memang anggota yang tergabung dalam kelompok ini, sudah mengembangkan di pekarangan. Bahkan harapan juga sekitar anggota sudah memberikan dampak, dimana sekitar anggota kelompok juga telah menerapkan dan merasahkan manfaat dari pekarangan mereka.

Lain dengan oma Lenci, salah seorang anggota yang tertua di kelompok ini, ketika ditemui di rumahnya menuturkan: "oma kasing so tua, mar masih bole ba tanam. Oma kasing suka sekali menanam dan biar jo kurang kase-kase semangat pa yang muda-muda" kata oma Lenci. artinya: walau oma sudah tua, karena kebiasaan menanam di kebun yang jauh, sudah terbiasa, jadi biar sudah tua, tapi masih bisa menanam. Walau hanya memberikan semangat pada yang muda-muda.

Satu telandan yang baik dari oma Lenci di Desa Talawaan, diharapkan menjadi teladan juga bagi para muda saat ini. Kenyataan dari lapangan, seperti yang ditemui tim kerja, memang rata-rata anggota kelompok Mawar muda-muda, dan tinggal oma Lenci yang tua. Tapi semangat oma Lenci, pantang menyerah. Nampak di halaman rumah oma Lenci, yang tinggal dengan opa, karena anak-anak sudah kelura dari rumah karena berkeluarga. Oma dan opa tidak lagi mampu ke kebun yang jauh, dan mendekatkan kebun yang jauh di pekarangan.

Pekarangan ibu Lenci tidaklah luas, namun ketika berkunjung di rumah ibu, kami kagum karena semua halaman dipenuhi dengan tanaman sayuran dan kebutuhan rumah tangga lainnya, sampai buah. Oma yang tinggal di rumah tersebut dengan Opa, menuturkan pengalamannya berkebun. Kebiasaannya berkebun membuat oma sangat senag dengan kegiatan m-KRPL. menurut oma, kebun mereka yang jauh tidak lagi di kerjakan, karena sudah tua, tidak lagi mampu ke kebun jauh. Dengan kegiatan m-KRPL, melalui kelompok Mawar, kami banyak mendapat pengetahuan dengan memanfaatkan pekaragan.

Menurut oma Lenci, selain digunakan untuk kebutuhan oma dan opa, juga menjualnya pada siapa saja yang datang membeli di pekarangan oma. Hasil yang didapat oma dalam sehari, sudah dapat membeli beras dan ikan. Ikan tinggal membeli pada penjual ikan di motor. Selain menjual hasil pekarangan, ada juga yang datang membeli tanaman-tanaman di polibag yang diberikan dari kelompok Mawar. Jadi oma, selain menanam dan merawat, juga mengelolah kebun bibit desa di kelompok.

Penuturan Oma Lenci, di iakan oleh ketua kelompok. Menurut ketua kelompok mawar, Oma yang paling aktif di kelompok ini. Dan memang juga yang sering datang merawat di KBD adalah oma. Kami semangat karena sedangkan oma yang sudah tua, masih semangat. Apalagi kami, kami malu kalau kami tidak semangat seperti oma. Menurut ketua, sebenarnya oma, tidak lagi kami libatkan karena sudah tua, tapi malahan oma yang lebih semangat dari anggota yang lain, kata ketua.

Kegiatan ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat di desa Talawaan, bahkan sudah berkembang sampai di tingkat Jemaat Gereja, melalui kegiatan fungsional jemaat.(*art).

Oleh: Rita Novarianto dan Arnold C.Turang.

LAST_UPDATED2
 
Bangun Kebersamaan Dalam Menerapkan Teknologi di Lapangan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold C.Turang   
Jumat, 22 Agustus 2014 20:36

Langowan,22/08/2014,---Pertajam simpul-simpul penggerak pertanian, seperti yang telah di prakarsai oleh PT. Pupuk Indonesia Holding Company PKT dalam kegiatan Sosialisasi Pupuk Berimbang di kabupaten Minahasa, disambut baik dan didukung penuh oleh Badan Litbang Pertanian, dalam hal ini BPTP Sulawesi Utara.

Perwakilan Pupuk Kaltim wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo Tumpal Pangabean, mengapresiasi kehadiran Badan Litbang Pertanian dalam hal ini BPTP Sulawesi Utara dan seluruh petugas dan poktan pelaku utama petanian di Minahasa. Kegiatan ini begitu penting, mengingat upaya-upaya kita adalah bagaimana kita berhasil dibidang pertanian, "PKT, bila hanya berpikir untuk bisnis, masih lebih untung kita eksport pupuk kita, bayar langsung,tanpa hutang" imbuhnya. untuk itu kami mengajak petani agar kita mengikuti dengan baik penyampaian materi dari Badan Litbang (BPTP) dan dari PKT.

BPTP sebagai sumber teknologi spesifik lokasi di Sulawesi Utara, mempresentasikan aksi nyata kegiatan-kegiatan mendukung SL-PTT di Sulawesi Utara yang telah berkembang di daerah-daerah sentra produksi beras di Sulawesi Utara seperti: Bolmong, Minahasa,Minsel, Mitra, Minahasa Utara.

Kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. yang diwakili oleh Arnold C. Turang,SP. ketika mempresentasikan aksi nyata BPTP: "Tugas Badan Litbang Pertanian dalam hal ini BPTP Sulawesi Utara, untuk menemukan Teknologi Inovasi spesifik lokasi di daerah ini". Teknologi Innovasi itu, harus didukung oleh simpul pendukung lainnya yaitu penghasil sarana produksi: seperti pupuk, salah satunya dari PKT itu sendiri. Dan majunya temuan teknologi tanpa dukungan penyuluhan dilapangan dan petani itu sendiri sebagai pelaku utama untuk menerapkan dengan konsisten, maka sangatlah tidak lengkap. Untuk itu aksi nyata, membangu simpul-simpul penggerak pertanian dan menggerakkannya, harus selalu dipertajam.

Lebih lanjut, Arnold memaparkan kegiatan nyata yang telah dilakukan BPTP Sulawesi Utara dalam mendukung kegiatan SL-PTT di Sulawesi Utara. Kegiatan ini, telah dilakukan di daerah-daerah sentra produksi padi, seperti Kabupaten Minahasa, Bolmong Raya, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara dan Kota Tomohon. Sejak tahun 2010, sampai saat ini, kegiatan ini masih dilakukan.

Untuk tahun ini (2014), di Kabupaten Minahasa, kegiatan mendukung SL-PTT kita kerjasama dengan PKT. Menerapkan pemupukan berimbang menggunakan produk dari PKT, diawali dengan pengambilan sampel tanah untuk analisa tanah dengan bantuan Perangkat Uji Tanah Sawah produk Badan Litbang Pertanian (http://sulut.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=514:rekomendasi-pupuk-lokasi-demplot-di-minahasa&catid=59:pangan&Itemid=49). Melakukan pemupukan dengan menerapkan:Tepat Dosis, Tepat Cara,Tepat Waktu, dengan pendampingan langsung oleh petugas pendamping dari BPTP.

Banyak permasalahan petani yang terungkap dalam pertemuan ini diantaranya, seperti yang diungkapkan oleh : Albert Longkutoi dari Panasen yang mengungkapkan maslaha petani, sudah mau memupuk tapi pupuk tidak ada. Kami telah mendapatkan alat APPO, bahkan dengan rumah APPO, tapi belum mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik. Bersambung dengan Frangky Roring dari Tompaso, yang mengungkapkan masalah kehilangan pupuk saat memupuk. Lain halnya dengan Felix Langi, bahwa kita-kita petani yang belum kompak dan perlu keterpaduan dan tidak melakukan dengan benar PTT di sawah, seperti dijelaskan narasumber. Bagaimana membuat pupuk dari jerami padi ? tanya Lenda Rumondor PPL Sonder dan Kebutuhan berapa ton jerami, untuk penuhi 1 ha lahan sawah. Semuanya dijelaskan dan pihak BPTP selalu memulai dengan mengolah jerami sebagai bahan organik yang harus dikembalikan dilahan. Jawaban termasuk ketersediaan pupuk yang kurang di lapangan, dijelaskan dari PKT.

Sementara dari PT. Pupuk Indonesia Holding Company dalam hal ini disampaikan oleh Jajat Sudrajat Promotion and Services Manajer Pupuk Kaltim. Jajat, mempresentasikan produk awal Pupuk Kaltim sampai produk-produk pupuk untuk pengolahan pupuk organik granular.

Kegiatan ini dihadiri oleh 9 kecamatan di Minahasa meliputi : 4 kecamatan di Langowan, 2 kecamatan dari Kakas, 2 kecamatan dari Tompaso, 1 kecamatan dari Sonder, 9 kepala BP3K, PPL di setiap kecamatan dan Perwakilan kelompok tani di 9 kecamatan dan petani pelaksana kegiatan BPTP di Tondano Selatan.(*art)

Sumber: Leonie Gosal dan Arnold.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com