Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner1
banner2

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Situs Web BPTP SULUT
Video Pengalaman Pelaksanaan m-KRPL di Kota Tomohon PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 31 Maret 2014 19:57

Ketika Kami Melakukan, hmmmm.... lumayan manfaatnya.

Liputan Oleh: Arnold C. Turang

Sebelumnya, Kami harus menyediakan waktu yang cukup untuk pergi belanja kebutuhan harian di Pasar Tomohon. Atau Kami harus Menunggu para penjaja sayuran mobil atau motor yang datang di kampung berjualan. Sayur dan kebutuhan bumbu kami terima dalam, kondisi tidak lagi segar, kata seorang petani pelaksana.

BPTP memperkenalkan pada Kami Model Kawasan Rumah Pangan Lestari, Kami juga belum Percaya, karena itu cara seperti itu, sudah lama Kami lakukan. Menanam di pekaragan sudah sering dilakukan, tapi belum optimal. Setelah ami mengikuti petunjuk, ternyata memberikan MANFAAT yang baik, apalagi ada Kebun Bibit Desa (KBD). Ketersediaan bibit dijamin. Dalam kebun bibit desa, kata Petugas pendamping menjadi sumber bibit untuk pekarangan.

Ternyata memang, kegagalan Kami Yang Lalu KARENA regular tidak ADA KBD. Kami harus regular tidak Lagi kepasar, Sayuran Kami dapat Dalam, keadaan Segar Dan mengambil Sesuai kebutuhan di pekarangan.

Pengalaman kami, di Videokan oleh Petugas Pendamping dari BPTP, nah untuk melihatnya SAYA ajak untuk KLIK 2 Kali di alamat ini :

http://www.youtube.com/watch?v=EYN8B4q-LjE

LAST_UPDATED2
 
KBD Minahasa Tenggara Menjadi Pelopor Sumber Pangan Keluarga PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Minggu, 23 Maret 2014 14:12

Pelaksanaan Kebun Bibit Desa di Desa Tombatu, sudah memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan desa tersebut. Saat dilakukan Sosialisasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di desa ini, masih banyak petani yang belum memanfaatkan pekarangan. Masyarakat masih ketergantungan dengan berbelanja di pasar atau pada motor-motor penjual jajakan sayuran dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pendapat spesimis, dengan program ini nampak juga ketika tim kerja memperkenalkan kegiatan ini di desa. Penanggung jawab kegiatan Ir. Gabriel H. Josep, dengan gayanya mengaplikasikan metode SDMC (Spectrum Multi Channel Disemination), berhasil menggugah pemuka masyarakat dan berhasil dengan kepeloporan langsung dari kepala desa, kegiatan ini tersosialisasi di masyarakat.

Kepala desa berbekal ilmu dari tim kerja berhasil menggerakkan lingkungan di desa dan ketika ditemui dilapangan, dari 20 anggota yang terlibat, sudah dilaksanakan lagi oleh setiap lingkungan dan mereka datang belajar dan mengambil bibit di KBD.

Menurut penuturan salah satu anggota ibu rumahtangga, bahwa dengan kegiatan ini mereka dapat menghebat biaya belanja sampai Rp. 150.000. dihalaman rumah ibu tersebut sudah bergelantungan model-model media yang ditanami dengan berbagai tanaman sayuran dan bumbu dapur sampai pada tanaman obat keluarga.(*art)

Alamat Youtube: www.youtube.com/watch?v=gkEDj6pwQaQ

LAST_UPDATED2
 
Mau Tapi Malu, Itulah Kebun Bibit Desa (KBD) Di Paslaten Dua PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 06 Februari 2014 14:21

Mau Tapi Malu, Itulah Kebun Bibit Desa (KBD)

Di Paslaten Dua

Inventor: Louise A. Matindas, Arnold Turang, dan Ben Kumontoi

Kesiapan bibit tanaman dalam Kebun Bibit Desa, menjadi faktor utama keberlanjutan pengelolaan pekarangan warga masyarakat. Saat diintroduksikan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) dengan pengelolaan KBDnya, belum menarik bagi petani. Dalam dinamika perkembanganya, yang mulanya belum menarik perhatian warga dan jemaat (karena sudah 2 kali pembibitan, bibit tidak diambil masyarakat dan jemaat), kini dengan kegiatan lomba-lomba pekarangan dan mahalnya harga cabe rawit, bibit di KBD menjadi sumber bibit masyarakat.

Pihak kelurahan, Jemaat (pihak gereja) dan Sekolah-sekolah sekitar kegiatan, telah mengistruksikan pada masyarakat untuk memanfaatkan  KBD sebagai sumber bibit. Ketika mengalami mahal cabe dan tomat, maka manfaat dari pengelolah m-KRPL mulai dirasakan masyarakat. Bibit di KBD menjadi sumber bibit masyarakat dan Jemaat dalam program pemberdayaan jemaat dan masyarakat.

Kelurahan Paslaten dua yang dekat dengan pasar, tapi kebun semakin jauh, maka m-KRPL merupakan sarana yang tepat penyedia kebutuhan dapur keluarga. Pemerintah dan pihak Gereja sebagai pengungkit mulai  mengembangkan m-KRPL melalui pemberdayaan masyarakat dan jemaat. Lahan pekarangan kembali diisi dengan tanaman bermanfaat bagi rumah tangga, selain tamanan bunga-bungaan. Dan pihak BPTP sebagai sumber teknologi menjadi pendamping.

Tanaman-tanaman yang dikembangkan meliputi: Cabe,tomat,Sayur-sayuran, bawang-bawangan, dan tanaman sumber apotik keluarga.

potensi keberlanjutan kegiatan ini terlihat, ketika pihak gereja dalam hal ini komisi fungsional telah memprogramkan kegiatan pekarangan sebagai penopang pendapatan rumah tangga. menurut penanggun jawab kegiatan fungsional jemaat, bahwa sekitar 300 kk menjadi sasaran pelayanan jemat. BPTP yang telah mengembangkan kebum bibit desa pada kelompok, diharapkan akan mendampingi pada simpul ketersediaan bibit.

Pelaksanaan kegiatan m-KRPL di Paslaten Dua, juga telah di replikasi pihak sekolah dasar. Dimana menurut salah seorang guru pengajar mata ajaran muatan lokal, bahwa setiap siswa diajar mengenal tanaman-tanaman di pekarangan dan tanaman obat keluarga. Bahkan setiap kelas di gerakkan mengumpulkan jenis tanaman kebutuhan keluarga setiap kelas.

pelaksanaan m-KRPL di kota Tomohon tepatnya di Paslaten Dua, telah memberikan effek manfaat bagi masyarakat, walau diawal pelaksanaan masyarakat relatif masih malu-malu dan kurang respons. setelah diketahui bahwa di kebun bibit menyediakan bibit, maka bibit mulai dimanfaatkan petani.(*art).

LAST_UPDATED2
 
PENGALAMAN PENDAPINGAN DI KOTA BITUNG PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 04 Februari 2014 13:30

Pengalaman Pendampingan m-KRPL di Kota Bitung.

Oleh: Payung Layuk, Bonifasius Mongan.Arnold C. Turang.

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL), menjadi sorotan utama untuk di kembangkan di seluruh Indonesia. Betapa tidak, menurut kepala Negara, bila simpul ini di gerakkan akan menjadi penopang ketahanan pangan yang sehat. Kegiatan m-KRPL di kota Bitung Mulai Dilaksanakan Tahun  Juli 2011 – 2013.  Hasil dan dampak kegiatan MKRPL adalah sebagai berikut :

MKRPL kota Bitung  telah dilaksanakan di 3 kecamatan yaitu kecamatan  Matuari Waya, kecamatan Ranowulu dan Kecamatan Girian.  Kegiatan MKRPL pertama di mulai Juli Tahun 2011 Di Kecamatan Matuari waya  di kelurahan Sagerat dengan jumlah KK di bulan pertama sebanyak 20 KK namun setelah kegiatan berjalan 2 bulan bertambah  menjadi 27 KK.

Dijumpai beberapa permasalahan di lapangan antara lain  60% KK peserta kegiatan MKRPL menyewa lahan untuk membangun rumah tinggal sehingga setelah kegiatan berjalan 6 bulan, lahan tersebut dijual  oleh tuan tanah sehingga kegiatan tersebut tidak berlanjut lagi. Namun masih ada beberapa keluarga yang melanjutkan  kegiatan tersebut.

Dengan adanya sosialisasi, apresiasi dan kunjungan pengurus PKK Kota Bitung yang dihadiri oleh semua ketua tim penggerak PKK  kota Bitung ke lokasi MKRPL pada awal bulan Desember 2011,  kegiatan ini sudah mulai diadopsi  di kecamatan  Ranowulu dan Danauwudu. Namun dari hasil  data dilapangan diperoleh bahwa terjadi penurunan belanja harian rata-rata  sebesar Rp 150.000 – Rp. 300.000/ bulan dan terjadi peningkatan PPH dari  78 menjadi 85.

Tahun 2012 kegiatan MKRPL dilaksanakan di Kecamatan Ranowulu tepatnya di Kelurahan Kumersot.  Belajar dari pengalaman di kelurahan Sagerat kecamatan Matuawari Waya, maka dijumpai beberapa kemajuan yang luar biasa diantaranya KBD selalu dikunjungi oleh KK yang ada disekitar maupun masyarakat yang melewati jalan tersebut. Sehingga hanya berjalan 1 bulan KK bertambah dari 20 KK menjadi 43 KK.

Berkembangnya kegiatan  selain dilakukannya sosialisasi dan apresiasi, juga adanya kerja sama yang baik dengan pemerintah kota Bitung dan kelembagaan keagamaan yang ada.  Kegiatan pemanfaatan pekarangan selain dilombakan lewat kelurahan juga dilombakan lewat geraja.

Penyebab lain cepat berkembangnya MKRPL di Kecamatan Ranowulu dan disekitarnya karena adanya liputan dan penyiaran lewat TVRI Manado yang dilaksanakan kerjasama BPTP dengan TVRI Manado.  Penyiarannya diputar tidak hanya sekali  tetapi beberapa kali sehingga dampak adopsi dimasyarakat kelihatan.

Tahun 2013  kegiatan MKRPL semakin mengalami peningkatan  dimana  kegiatan   MKRPL selain membina KBD di dua kecamatan juga melaksanakan kegiatan baru di dua kecamatan baru  yaitu  kecamatan Girian dan Kecamatan Maesa. Di Kelurahan Girian Indah dilaksanakan di Asrama Dodik kerja sama dengan Secata-B dengan dengan jumlah KK awal sebanyak 20 KK  dan berkembang menjadi 123 KK setelah berjalan selama 1 bulan.

Kegiatan pemanfaatan pekarangan di Asrama Dodik mulai dirintis oleh ibu-ibu Persit yang awalnya mengikuti apresiasi yang dilaksanakan oleh BPTP  kerja sama dengan pemerintah kota Bitung dan semakin berkembang setelah BPTP melakukan sosialisasi dan memberikan petunjuk teknis pelaksanaan MKRPL dengan Komandan Kodim. Kegiatan ini direspon dengan baik oleh Komandan Kodim Bapak Jemi Marundu dengan cepat dan akhirnya dengan adanya sistem komando  yang masih berlaku di TNI, maka kegiatan ini berkembang dengan luar biasa.

Semua lahan yang ada di sekitar asrama dan perkantoran dimanfaatan dengan tanaman sayuran, tanaman pangan, kolam  ikan (lele, mujair dan Nila) dan kandang ayam/bebek di beberapa rumah. Hasil perhitungan menunjukkan dengan adanya pemanfaatan pekarangan sudah mampu memenuhi kebutuhan sayuran, maupun protein di asrama  jika dikelola dengan lebih baik.

KRPL kota Bitung juga sudah mendapat  dana P2KP dari BKP Provinsi sebanyak 10 kelompok. Salah satu diantaranya adalah asrama Secata B kota Bitung.  Tahun 2013 kelompok ini diusulkan ke pusat sebagai pelaksana kegiatan P2KP  terbaik di Sulawesi Utara. Selain itu sudah dilakukan panen perdana oleh Pangdam  Wirabuana  dan Wali Kota Bitung, dan acara ini juga diliput oleh  BPTP, TVRI Manado dan TV Bitung.

Selain itu kegiatan MKRPL kota Bitung, juga sudah diliput dan  disiarkan oleh TVRI Manado sebanyak 3 kali. Hasil penyiaran ini cukup diapresiasi oleh masyarakat sehingga banyak yang menghubungi BPTP, Dinas Pertanian dan BP4K Kota Bitung untuk mendapatkan informasi teknologi.  Beberapa  kunjungan ke lokasi MKRPL kecamatan Girian antara lain kunjungan oleh Pengurus PKK kota Bitung dan Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) untuk dijadikan bahan literatur dalam pengembangan ke  anggota jemaat  yang berada di Wilayah tersebut. Sampai akhir oktober 2013 kegiatan ini masih berjalan dengan baik bahkan masyarakat sekitar sudah mulai mengadopsi kegiatan tersebut.(*art).

Sumber: Payung Layuk Kord.m-KRPL di Kota Bitung.

LAST_UPDATED2
 
KEBERHASILAN DAN DAMPAK PENDAMPINGAN MKRPL DI SULAWESI UTARA PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 04 Februari 2014 13:22

KEBERHASILAN DAN DAMPAK PENDAMPINGAN MKRPL

 

DI SULAWESI UTARA

oleh: Bahtiar, Arnold C. Turang.

Pernyataan Presiden RI pada acara Konferensi Dewan Ketahanan Pangan di Jakarta International Convention Center (JICC) bulan Oktober 2010, menyatakan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga, dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkannya.

Kementerian Pertanian telah mengembangkan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mulai Tahun 2011. Pengembangan KRPL secara masif terus dilakukan ke seluruh kabupaten/kota sesuai komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan, percepatan diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, dan konservasi tanaman pangan

Pengalaman Pendampingan m-KRPL di Sulut

  • Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari MKRPL) Di Sulawesi Utara dimulai sejak Juli 2011 tepatnya di Kecamatan Matuari Waya, melibatkan 20 kepala keluarga.
  • Di Tahun 2013, m-KRPL di kembangkan pada 15 kabupaten kota se Sulawesi Utara dan didalamnya bukan hanya masyarakat tani yang terlibat, tapi juga pihak TNI
  • Kegiatan dengan pihak TNI, bermula ketika BPTP Sulawesi Utara, melalui Korem diminta untuk membawakan materi pelatihan bagi TNI yang diformulasi dari Mabes TNI berupa Mobile Training Team (MTT). Pihak BPTP sebagai sumber teknologi memperkenalkan m-KRPL pada 300 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Sulawesi Utara dan Gorontalo sebagai bagian teritorial Korem 131 Santiago. Disinilah awal kerjasama BPTP dengan TNI, BPTP menjadi sumber teknologi di pihak TNI.
  • Tindak lanjut kerja sama dengan TNI berlanjut sampai di 15 kabupaten kota dimana semua lokasi kegiatan m_KRPL pasti ada Babinsa disana. Kegiatan  m-KRPL di Kabupaten kota yang ada TNInya pasti berhasil, karena simpul penggerak di TNI cukup efektif dengan system komandonya.
  • Sejak dilaksanakan program yang sudah dilakukan bersama petani: membuat pelatihan pengolahan hasil pertanian, terutama kelebihan hasil dari m-KRPL.

Manfaat m-KRPL

  • Kegiatan-kegiatan m-KRPL di 15 kabupaten kota di Sulawesi Utara dapat dikatakan cukup berhasil dilihat dari permintaan dari beberapa daerah untuk mempresentasikan dan mengajar tentang m-KRPL. Seperti: di Bitung SMS dan telpon dari ibu Walikota untuk minta pendampingan dari BPTP kegiatan ibu-ibu. Demikian juga di Bolmong Utara telah dilombakan m-KRPL oleh ibu-ibu dharmawanita dan pihak BPTP dimintakan sebagai penilai.
  • Gema m-KRPL bagi masyarakat untuk daerah-daerah yang jauh dengan akses pasar, cukup membantu. Seperti di Bolmong petani rata-rata kagum karena selama ini sayuran, meurut mereka hanya dihasilkan di dataran tinggi ternyata melalui m-KRPL  petani dapat memetik kebutuhan dapur setiap hari.
  • Secara umum m-KRPL telah membantu masyarakat tani dari segi pengeluaran kebutuhan rumah tangga dan effek indah yang terjadi di desa.

Permasalahan:

  • Ketersediaan bibit yang ber label BADAN LITBANG PERTANIAN relative masih kurang, yang ada label khusus KRPL saja, sehingga untuk mengatasinya menggunakan benih bukan milik litbang, dengan teknologi pendampingan Litbang Pertanian.
  • Keterbatasan dana dalam mendampingi kegiatan dengan pihak TNI menjadi masalah, sementara titik ungkit di pihak TNI sangat efektif.
  • Kebersamaan dengan pihak P2KP relative parsial, aktivitas gencarnya BPTP  mendampingi di lapangan, sementara pihak P2KP relative lamban.

Saran Kedepan

  • Perlu diperbanyak benih-benih sayuran dan tanaman pangan lainnya dengan label khusus m-KRPL Litbang Pertanian dan disebarkan sesuai spesifik lokalita
  • Perlu dukunga dana untuk pendampingan khusus TNI, karena pihak TNI cukup efektive edukasi ke tingkat petani
LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com